INFO GEMPA TERKINI



Imagery ©2010 TerraMetrics - Terms of Use


MARI MEMBANGUN TASIKMALAYA DALAM KERANGKA PROFESIONALISME DAN PEMBERDAYAAN

Senin, 15 Maret 2010

RAPAT KOORDINASI DINKES TASIKMALAYA

Hari ini, Senin tanggal 15 Maret 2010 di Tingkat Dinas Kesehatan diadakan rapat koordinasi tingkat kabupaten.

Dalam acara tersebut hadri: Bapak Kepala Dinkes Tasikmalaya, Bapak Sekdin yang baru, Para Kepala Bidang, Para Kepala Seksi, dan seluruh Kepala Puskesmas Di Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.

Pada sambutan dan pengarahan Kepala Dinas disampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan penempatan pejabat baru di lingkungan Dinkes, penjelasan mengenai PKH, dan lainnya.

Seksi Kesus sendiri juga menyampaikan beberapa hal, yaitu:
1. Launching Emai, Facebook,dan Web log Kesehatan Khusus.
2. Informasi awal tentang perubahan pelayanan Kesehatan haji tahun 2010 berdasarkan
KepMenkes Ri tahun 2008.
3. Informasi awal pelaksanaan operasi Katarak dan Bibir sumbing.
4. Hasil kegiatan di Lombok pada Bulan Oktober 2010 dan Rencana Pertemuan di batam
pada awal april 2010.

Sumber: Kesus Yankes Dinkeskab Tasikmalaya

Minggu, 14 Maret 2010

RECENT PAIN MANAGEMENT OF THE KNEE PAIN

PAIN:
Definition :
unpleasant sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage or described in term of such damage
Symptom :
- what is the cause
- what is underlying disease
MANAGEMENT, RECENT?
Treatment of pain without treating the underlying disease not reasonable à the pain will coming back
We have to know the cause in order to treat properly
what is the recent management of pain?
Standard Of Pain Management:
New standard : scoring system in 2001
Record pain as fifth vital sign
Interdisciplinary management with needs of assessment.
- Patient’s right to pain assessment
- monitor pain intervention responses
- Provide pain management educations
Patient’s Rights:
- Patient’s has the rights to appropriate assessment and management of pain
- The patient’s right to pain management is respected and supported
- Patient are involved in all aspects of their care including pain management
The Role Of Physician (US):
Comprehensive care:
1. Diagnosis à starting point, most important
2. Treatment
3. Side effect of treatment
4. Co-morbid conditions
5. Drug interaction
6. To refer if needed
7. Education of the patients
Conclusion:
1. Treatment must be causal
2. Conservative and operative may be needed
3. Evaluate the case individualy

Sumber: Fachry Ambia Tandjung. Dicky Mulyadi : disampaikan pada seminar Nyeri Muskuloskeletal di Tasikmalaya pada Tanggal 6 Maret 2010.

Kamis, 11 Maret 2010

MASALAH KESEHATAN JIWA

1. Hasil survei keswa Dinkes bekerjasama dg BPS (2001) di Kab Sumedang &Kab Subang:
34 - 40% pddk menderita ggn keswa.
2. Hasil Case finding di 24 Kab/Kota di Jabar(2002): 36,7% pengunjung puskesmas
menderita ggn mental emosional.
3. Tahun 2003, case finding kesehatan jiwa ibu hamil dan menyusui diperoleh hasil 27%
mengalami gangguan kesehatan jiwa

SURVEY WHO ( TAHUN 2005 ) :
50.000 orang Indonesia melakukan bunuh diri/per tahun atau 1.500 orang per hari. PENYEBAB : PENGANGGURAN /KEMISKINAN YANG TINGGI sementara biaya pendidikan, kesehatan dan kehidupan sehari-hari meningkat (Depkes 9 Mei 2008) .

Case finding anak sekolah di 6 SMP perkotaan dan pedesaan di Karawang tahun 2007: 42% memikirkan ingin bunuh diri.

Laporan RSJ Cimahi dan RSJ Bandung sampai September Tahun 2007 : Kasus yang ada cenderung meningkat 10%– 20 % setiap tahunnya.

LIT BNN - UI/BPS : Jumlah korban penyalahgunaan Narkoba di Indonesia sekitar *1,5 % dari Jumlah Penduduk dengan kisaran antara 2,6 hingga 3,2 juta jiwa * Usia pertama kali pakai : 15 - 25 Thn *Biaya u/ beli narkoba mencapai 11,4 Triliun Rupiah *Korban Meninggal 15.000 Org/Thn *50% penderita gangguan jiwa adalah pecandu narkoba, dan *50% pecandu narkoba mengalami gangguan jiwa.

GLOBAL AIDS ALLIANCE FOR TASIKMALAYA

Dear Staf/Kesehatan Khusus Yankes Tasikmalaya

March is Women's History Month - together let's make some history for women worldwide. Be sure to follow GAA on twitter @c2epa and check out our blog to find out what you can do to make violence against women history. Below please find a collection of fact sheets, press and an action that can help make violence history.
Take Action

The International Violence Against Women Act (I-VAWA) has been introduced in the Senate and the House of Representatives. The bill, which was also introduced in the House and the Senate during the last Congress, has been reintroduced by 25 Senators and by 25 Representatives from both sides of the aisle. We now have a new opportunity to build support for the I-VAWA and make a difference in millions of women's lives.

Violence against women is a human rights violation and a worldwide pandemic - approximately 1 out of every 3 women worldwide has been beaten, coerced into sex, or otherwise abused in her lifetime increasing her exposure to HIV/AIDS. I-VAWA supports innovative approaches to ending violence against women globally by promoting services for survivors, holding perpetrators accountable and challenging public attitudes that condone such violence.

Show your support for the original cosponsoring Senators and Representatives commitment to women's rights by urging your Senator and/or Representative to cosponsor International Violence Against Women Act. Begin reaching out now - ask your Senator and/or Representative to cosponsor I-VAWA. Take action at: http://www.globalaidsalliance.org/page/speakout/IVAWAIntroductio.

Look at what the passage of I-VAWA would mean to women around the world:

* Increased efforts to prevent violence against women during conflict and in humanitarian settings
* Legal reform and commitment to finding perpetrators and bringing them to justice
* Strengthened capacity of women's organizations to help survivors
* Increased opportunities for women, free from violence, to seek testing or treatment for HIV/AIDS
* Expanded economic and educational opportunities that would help women who are abused flee their abuser or reduce their risk for sexual exploitation

Speak out against the horrors women suffer around the world. Urge your Senator and/or Representative to cosponsor International Violence against Women Act. Take action now at http://www.globalaidsalliance.org/page/speakout/IVAWAIntroductio.
Press, Blogs, and Multimedia

* UN project launches campaign focusing on women, CNN, March 8, 2010
* Empowering Women: Taking the Fight Global, The Huffington Post, March 8, 2010
* Three Proven Steps to Advance the World's Women, on International Women's Day, The New York Times, March 8, 2010
* Strength from Women, The Armenian Weekly, March 8, 2010
* Violence against women demands action, The Baltimore Sun, February 19, 2010
* US lawmakers target global violence against women, AFP, February 4, 2010
* International Violence Against Women Act Reintroduced in Congress, Ms. Magazine, February 4, 2010
* International Violence Against Women Act Addresses the War Against Women, RH Reality Check, February 4, 2010
* Protection for women a top foreign policy priority, Politico, February 4, 2010
* Let's End Violence against Women, YouTube, October 1, 2009

Fact Sheets

* International Violence Against Women Act
* Violence Against Women and Girls and HIV/AIDS

Thanks for all you do,

Mary Peterson
Global AIDS Alliance


To support GAA's work, please click here to make a secure online donation.
Did a friend forward this message to you? Please consider joining GAA's Action Network yourself. Just click here to sign up!
This email message was sent to kesusyankestasikmalaya@yahoo.com/insepar_foundation@yahoo.com. To unsubscribe, please click here.

Rabu, 10 Maret 2010

TIPS MENGHADAPI GEMPA

1. LANGKAH-LANGKAH PENYELAMATAN SAAT TERJADI GEMPA

1. Tetap tenang dan tidak panik.
2. Segera berlindung di bawah meja/ranjang, kusen pintu dan gunakan pelindung
kepala.
3. Segera matikan peralatan yang menggunakan tenaga listrik, gas, kompor dan
lampu, untuk menghindari bahaya kebakaran.
4. Membunyikan tanda bahaya (sirene atau tanda lainnya).
5. Arahkan pengunjung keluar gedung melalui pintu dan tangga darurat.
6. Jangan mempergunakan lift.
7. Lakukan evakuasi pasien dan korban lainnya. Catatan : Waspada terhadap
terjadinya bencana susulan !!! (Tsunami, banjir, kebakaran dan lain-lain).

2. TIPS MENGAHADAPI TSUNAMI DI DARATAN

* Tetap tenang dan tidak panik.

* Ikuti instruksi/petunjuk dari petugas yang berwenang (polisi, hansip atau
petugas lain)

* Jauhi tempat-tempat rendah dan segera pergi menuju tempat yang lebih tinggi.

* Bila Anda berada di rumah, pastikan seluruh keluarga Anda mengetahui adanya
ancaman bahaya ini dan segera pergi menuju tempat yang aman.

* Bila Anda berada di pantai atau di dekat lautan dan merasakan adanya gempa
bumi, segera pergi ke lokasi yang lebih tinggi. JANGAN menunggu sampai
peringatan tsunami di umumkan.

* Bila Anda berada di hotel atau gedung tinggi yang terletak di tempat yang
rendah, segera berlari ke bagian atas hotel/gedung.

3. MENGHADAPI ANGIN PUTING BELIUNG

SEBELUM DATANGNYA ANGIN

1. Dengar dan simaklah siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan terkini
cuaca setempat
2. Waspadalah terhadap perubahan cuaca
3. Waspadalah terhadap angin topan yang mendekat.
4. Waspadalah terhadap tanda tanda bahaya sebagai berikut:
1. Langit gelap, sering berwarna kehijauan.
2. Hujan es dengan butiran besar
3. Awan rendah, hitam, besar, seringkali bergerak berputar
4. Suara keras seperti bunyi kereta api cepat
5. Bersiaplah untuk ke tempat perlindungan ( bunker ) bila ada angin topan
mendekat

PADA SAAT DATANGNYA ANGIN

1. Bila dalam keadaan bahaya segeralah ke tempat perlindungan ( bunker )
2. Jika anda berada di dalam bangunan seperti rumah, gedung perkantoran, sekolah,
rumah sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit, maka yang
anda harus lakukan adalah segera menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan
untuk menghadapi keadaan tersebut seperti sebuah ruangan yang dianggap paling
aman, basement, ruangan anti badai, atau di tingkat lantai yang paling bawah.
Bila tidak terdapat basement, segeralah ke tengah tengah ruangan pada lantai
terbawah, jauhilah sudut sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar
bangunan. Semakin banyak sekat dinding antara diri anda dengan dinding terluar
gedung semakin aman. Berlindunglah di bawah meja gunakan lengan anda untuk
melindungi kepala dan leher anda. Jangan pernah membuka jendela.
3. Jika anda berada di dalam kendaraan bermobil, segeralah hentikan dan
tinggalkan, kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan yang terdekat
seperti yang telah disebutkan di atas.
4. Jika anda berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan, maka yang
anda harus lakukan adalah sebagai berikut:
1. Tiaraplah pada tempat yang serendah mungkin, saluran air terdekat atau
sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan
lengan anda
2. Jangan berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya. Anda
akan lebih aman tiarap pada tempat yang datar dan rendah
3. Jangan pernah melarikan diri dari angin puting beliung dengan
menggunakan kendaraan bermobil bila di daerah yang berpenduduk padat
atau yang bangunannya banyak. Segera tinggalkan kendaraan anda untuk
mencari tempat perlindungan terdekat.
4. Hati hati terhadap benda benda yang diterbangkan angin puting beliung.
Hal ini dapat menyebabkan kematian dan cedera serius

Sumber : FEMA ( Federal Emergency Management Agency )
4. TIPS MENGHADAPI BANJIR

SEBELUM BANJIR

* Kerja bakti membersihkan saluran air

* Melaksanakan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Menimbun) benda-benda yang
dapat menjadi sarang nyamuk

* Membuang sampah pada tempatnya

* Menyediakan bak penyimpanan air bersih

SAAT BANJIR

* Evakuasi keluarga ketempat yang lebih tinggi

* Matikan peralatan listrik/sumber listrik

* Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman

* Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum

* Terlibat dalam pendistribusian bantuan

* Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan

* Menggunakan air bersih dengan efisien

Sesudah Banjir

* Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah

* Melakukan pembrantasan sarang nyamuk ( PSN )

* Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali
* Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL)

5. TIPS MENGHADAPI BAHAYA LETUSAN GUNUNG API

SEBELUM LETUSAN:

1. Cari tahu tentang system pengamanan di komunitas daerah masing-masing serta
bagan alur keadaan darurat
2. Waspadai mengenai bahaya yang menyertai letusan gunungapi yaitu :
- Lahar dan banjir bandang
- Longsor dan hujan batu (material gunung api)
- Gempa bumi
- Hujan abu dan hujan asam
- Tsunami
3. Lakukan rencana evakuasi
- Apabila anda tinggal di daerah rawan bencana gunung api,
harus ingat route mana yang aman untuk dilalui.
- Bentuk komunitas bahaya bencana gunungapi
- Apabila anggota keluarga tidak berkumpul ketika terjadi letusan (misalnya
yang dewasa sedang bekerja dan anak-anak sedang sekolah) usahakan untuk
berkumpul dalam keluarga jangan terpisah.
- Mintalah keluarga yang tinggal berjauhan untuk saling mengontak sebagai
‘hubungan keluarga’ sebab sehabis terjadi bencana biasanya lebih mudah untuk
kontak jarak jauh.
Tiap anggota keluarga usahakan untuk mengetahui nama, alamat dan nomor
telepon anggota keluarga yang lain.
4. Buatlah persediaan perlengkapan darurat seperti :
- Batere/ senter dan extra batu batere
- Obat-obatan untuk pertolongan pertama
- Makanan dan air minum untuk keadaan darurat.
- Pembuka kaleng
- Masker debu
- Sepatu
- Pakailah kacamata dan gunakan masker apabila terjadi hujan abu.
5. Hubungi pihak-pihak yang berwenang mengenai penanggulangan bencana.
6. Walaupun tampaknya lebih aman untuk tinggal di dalam rumah sampai gunungapi
berhenti meletus, tapi apabila anda tinggal di daerah rawan bahaya gunungapi
akan sangat berbahaya. Patuhi instruksi yang berwenang dan lakukan secepatnya

SELAMA LETUSAN:

1. Ikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh yang berwenang.
2. Hindari melewati searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung yang sedang meletus.
3. Apabila terjebak di dalam ruangan/ rumah :
- Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk dan lubang /keran
- Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup.
- Bawa binatang atau hewan peliharaan lainnya ke dalam ruang yang terlindung
4. Apabila berada di ruang terbuka:
- Cari ruang perlindungan .
- Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seperti bola.
- Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran lahar.Cari tempat
yang lebih tinggi terutama
- Lindungi diri anda dari hujan
- Kenakan pakaian kemeja lengan panjang dan celana
- Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda
- Gunakan masker debu atau gunakan kain/ sapu tangan untuk melindungi pernapasan
anda
- Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya kalau mendengar adanya aliran lahar
5. Hindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah/ lembaga yang berwenang/lihat peta daerah bahaya gunung api
6. Akibat letusan gunungapi bisa dirasakan berkilo meter jauhnya dari gunung api yang sedang meletus. Aliran lahar dan banjir bandang, kebakaran hutan bahkan aliran awan panas yang mematikan dapat mengenai anda yang bahkan tidak melihat ketika gunung api meletus. Hindari lembah-lembah sungai dan daerah yang rendah. Mencoba mendekati gunung api yang sedang meletus merupakan ide yang dapat membawa maut.
7. Apabila anda melihat permukaan aliran air sungai naik cepat-cepat cari daerah yang lebih tinggi. Apabila aliran lahar melewati jembatan jauhi jembatan tersebut. Aliran lahar memiliki daya kekuatan yang besar , membentuk aliran yang mengandung lumpur dan bahan gunung api lainnya yang dapat bergerak dengan kecepatan 30-60 kilometer perjam. Awan panas yang mengandung debu gunungapi dapat membakar tumbuhan yang dilaluinya dengan amat cepat. Dengarkan berita dari radio atau televisi mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung api

PASCA LETUSAN:

1. Apabila mungkin, hindari daerah-daerah zona hujan abu.
2. Apabila berada di luar ruangan:
- Tutup mulut dan hidung anda. Debu gunungapi dapat mengiritasi system pernapasan
anda.
- Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda.
- Lindungi kulit anda dari iritasi akibat debu gunungapi.
- Bersihkan atap dari hujan debu gunungapi
- Hujan debu yang menutupi atap sangat berat dan dapat mengakibatkan runtuhnya atap bangunan. Hati-hati ketika bekerja di atap bangunan rumah.
3. Hindari mengendarai kendaraan di daerah hujan abu yang lebat.
4. Mengendarai kendaraan mengakibatkan debu tersedot dan dapat merusak mesin kendaraan tersebut.
5. Apabila anda punya penyakit pernapasan, hindari sedapat mungkin kontak dengan debu gunung api.
6. Tinggallah di dalam rumah sampai keadaan dinyatakan aman di luar rumah.
7. Ingat untuk membantu tetangga yang mungkin membutuhkan pertolongan seperti orang tua, orang yang cacat fisik, anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan sebagainya

6. TIPS MENGAHADAPI TSUNAMI DI LAUTAN

* Informasikan pada penumpang kapal untuk tetap tenang dan tidak panik.
* Bila Anda berada di kapal yang besar di lautan dan mendengar adanya peringatan akan terjadinya tsunami, segera informasikan kepada nakhoda kapal untuk gerakkan kapal Anda menuju air yang lebih dalam. Jangan kembali ke pelabuhan karena Tsunami dapat menyebabkan perubahan yang cepat pada ketinggian air dan bahaya yang tak terduga di pelabuhan.
* Mengingatkan pada nakhoda kapal untuk selalu melakukan kontak dengan pihak otoritas pelabuhan untuk mendapatkan arahan mengenai pergerakan kapal. Dapat kembali ke pelabuhan bila kondisi pelabuhan cukup aman untuk navigasi dan berlabuh

* Namun bila Anda berada di dalam kapal yang kecil, segera menuju dermaga dan berlari menuju tempat yang tinggi merupakan satu-satunya pilihan, karena gelombang tsunami akan dengan mudah menghancurkan kapal-kapal kecil.

Sumber: PPK DEPKES RI

Selasa, 09 Maret 2010

Struktur Hubungan Keluarga

Dalam struktur hubungan keluarga, sepasang suami istri biasanya memilih tiga struktur berikut ini, yaitu:

1. Struktur Komplementer

Disebut juga pola keluarga tradisional. Pada struktur ini ada du pihak yang menjalankan peran yang tidak sama. Masing-masing menekankan ketidaksamaan itu. Setiap pihak tidak bisa hidup tanpa kehadiran pihak lain. Struktur ini bertentangan dengan asumsi sebagian orang yang mengatakan bahwa keluarga itu akan baik apabila kedua belah pihak, suami istri, mempunyai banyak kesamaan, similarity. Dlam struktur komplementer, kesamaan justru merusak hubungan suami istri. Misalnya dua-duanya sama-sama pendiam, atau sama-sama pemarah. Tentu kelaurga seperti ini tidak akan damai. Walhasil, tidak betul anggapan bahwa keluarga yang memiliki banyak kesamaan relative stabil.

Dari sekian banyak penelitian ditemukan bahwa struktur keluarga yang terjamin stabilitasnya adalah struktur keluarga tradisional, struktur komplementer. Suami misalnya sebagai pencari nafkah, istri berperan sebagai pengurus rumah tangga yang memelihara dan membimbing anak-anak. Istri sangat membutuhkan suami, seperti juga suami sangat membutuhkan istrinya.

Struktur keluarga seperti ini juga mendapatkan kritik juga karena salah satu karakteristik komplementer ialah adanya hubungan kekuasaan yang tidak seimbang. Ada power relationshiop yang tidak seimbang. Biasaya suami memiliki lebih banyak kekuasaan ketimbang istri. Struktur komplementer juga memiliki kelemahan dibalik kestabilannya, yaitu tampak apabila keluarga ini dipisahkan secara tiba-tiba. Mereka akan mengalami kesulitan. Sebagai contoh apabila salah satunya meninggal atau terpisahkan, maka sulit bagi pihak lainnya u ntuk memperoleh keseimbangan psikologi kembali karena telah tercipta saling ketergantungan emosional yang sangat kuat.

2. Struktur Simetris

Disebut juga struktur keluarga modern. Suami istri memasuki pernikahan seperti sebuah kontrak, dan mereke merumuskan kontrak itu secara tertulis. Diantara keduanya ada power yang seimbang. Keduanya bisa memutuskan kehendaknya sendiri, bebas dalam kemandirian. Di sini unsure otonomi lebih dominan daripada unsure relationship. Masing-masing mempunyai kehidupan sendiri dan mereka diikat oleh sebuah kerjasama yang disebut sebagai kontrak keluarga. Semuanya bisa mengejar karier sesuai keinginannya.

Struktur simetris cendering tidak stabil, bahkan biasanya tidak tahan terhadap guncangan yang terjadi pada kehidupan keluarga. Misalnya ketika menghadapi persoalan besar di lingkungan keluarga, masing-masing pihak cenderung menyelesaikan persoalan itu sendiri-sendiri.

3. Struktur Paralel

Gabungan struktur komplementer dan simetris.

Sumber: sq for kids, Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc

KESUS YANKES TASIKMALAYA

VISI

‘ MEWUJUDKAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA YANG PROFESIONAL, PROPORSIONAL & BERDEDIKASI MENUJU TERCAPAINYA VISI DAN MISI DINKES KABUPATEN TASIKMALAYA 2010 ’

MISI

A. MANAGEMENT

DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DMS)

DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS)

Penggunaan data menjadi informasi yang lengkap, akurat, relevan, dan update untuk

mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan (Tangible & Reliable)

B. OPPORTUNITY

Peningkatan motivasi & kepuasan kerja melalui Kepekaan memahami dan mamaknai peluang

atau kesempatan untuk diberdayakan dan dikembangkan menjadi program yang kreative dan

inovatif. IDEIE (Identification, Definiting, Evolves, and Implementation, Evaluation )

C. Learning Work & ENTERPREUNERSHIP

Mendorong pengembangan diri/SDM menjadi lebih mandiri, emphaty, responsif terhadap

elemen lingkungan/stakeholder yang berdampak langsung dalam peningkatan produktifitas

kerja ( Human Relation ).

Tugas Seksi Kesehatan Khusus:

a. penyusunan program kerja seksi kesehatan khusus.

b. melaksanakan penyiapan bahan pelayanan kesehatan haji

c. melaksanakan penyiapan bahan pelayanan kesehatan calon transmigran.

d. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelayanan kesehatan akibat bencana.

  1. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pengembangan pelayanan kesehatan khusus.
  2. melaksanakan pengelolaan data sarana kesehatan khusus.
  3. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan, standarisasi Tenaga Kesehatan ( Kes Dasar & Rujukan )
  4. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pengembangan kesehatan khusus.
  5. melaksanakan pelayanan kesehatan berbasis sosial.
  6. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan asuhan keperawatan ( Kes Dasar & Rujukan )
  7. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan kesehatan kerja.
  8. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan kesehatan olah raga.
  9. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan kesehatan mata.
  10. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan pengobatan tradisional.
  11. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan kesehatan jiwa.
  12. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan kesehatan gigi.
  13. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan yang berkaitan dengan tugas seksi.
  14. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja terkait.